Showing posts with label indikator. Show all posts
Showing posts with label indikator. Show all posts

Indikator Kepatuhan terhadap Clinical Pathway

Berikut ini adalah Indikator Kinerja Area Klinis untuk mengukur Kepatuhan terhadap Clinical Pathway

Area: Klinis

Kategori Indikator :Kepatuhan dalam pelaksanaan standar pelayanan Perspektif Proses Bisnis Internal Sasaran Strategis Terwujudnya penyelenggaraan sistem manajemen klinik (good clinical governanc) berbasis mutu dan keselamatan pasien Dimensi Mutu Kesinambungan pelayanan (continuoum of care) dan keselamatan pasien



Tujuan: Terselenggaranya standarisasi proses asuhan klinis, mengurangi risiko proses asuhan klinis, mengurangi adanya variasi asuhan klinis dan memberikan asuhan klinis yang tepat waktu serta penggunaan sumber daya yg efisien dan konsisten sehingga menghasilkan mutu pelayanan yang tinggi dengan menggunakan praktek klinik yang berbasis bukti.

Definisi operasional : Kepatuhan terhadap clinical pathway adalah kepatuhan para staf medis/ DPJP dalam menggunakan clinical pathway untuk memberikan asuhan klinis pasien secara terstandarisasi dan terintegrasi sehingga dapat meminimalkan adanya variasi proses asuhan klinis. Setiap RS menetapkan paling sedikit 5 clinical pathway dari data 5 penyakit terbanyak dengan ketentuan high volume, high cost, high risk dan diprediksi sembuh. Evaluasi atau cara penilaian penerapan ke-5 clinical pathway tersebut adalah :  1) Dilakukan audit clinical pathway berupa kegiatan monitoring dan evaluasi  terhadap kepatuhan pelaksanaan asuhan klinis (indikator proses) dan terhadap lama hari perawatan /LOS  (Indikator output).  2) Dokumen clinical pathway diintegrasikan pada berkas rekam medis Kepatuhan diukur dengan ketepatan LOS sesuai CP pada kasus  tanpa varian tambahan. Audit clinical pathway dilakukan berkala setiap bulan.

Frekuensi Pengumpulan Data : Bulanan

Formula : Telusur dokumen : 1. Ada CP  2. Ada CP yang diimplementasikan terintegrasi di Rekam Medik 3. Ada CP yang diimplementasikan, terintegrasi dan dievaluasi

Sumber Data : Rekam Medik

Standar  Ada  5 CP sudah diimplementasikan terintegrasi dalam berkas Rekam Medik dan sudah dievaluasi 

Kriteria Penilaian : Ada 5 CP yang diimplementasikan di Rekam Medik dan dievaluasi --> skor = 100 Ada  5 CP yang diimplementasikan, tapi belum dievaluasi --> skor = 75 Ada CP, belum diimplementasikan  --> skor = 50 Belum ada CP --> skor = 25

PIC Ka. SMF/Departemen Medik, Ka Instalasi rawat inap, Ka. Komite Medik, Ka.Komite Mutu.




Demikian informasi terkait Indikator Kinerja Area Klinis untuk mengukur Kepatuhan terhadap Clinical Pathway. Semoga bermanfaat.
Read more

Indikator Klinis Persentase Kejadian Pasien Jatuh

Berikut ini adalah Indikator Kinerja Area Klinis untuk mengukur Persentase Kejadian Pasien Jatuh

Area : Klinis 

Kategori Indikator : Kepatuhan dalam pelaksanaan standar pelayanan Perspektif Proses Bisnis Internal Sasaran Strategis Terwujudnya penyelenggaraan sistem pelayanan keperawatan  berbasis mutu dan keselamatan pasien Dimensi Mutu Efektivitas dan keselamatan pasien 


Tujuan : Terselenggaranya pelayanan keperawatan yang aman dan efektif bagi pasien dalam upaya mencapai pemenuhan sasaran keselamatan pasien internasional (IPSG 6) 

Definisi operasional : Tidak adanya kejadian pasien jatuh adalah tidak terjadinya pasien jatuh selama pasien mendapatkan pelayanan rawat inap di rumah sakit, baik akibat jatuh dari tempat tidur, dikamar mandi dsb.
Ketika pasien baru pertama kali masuk perawatan maka dalam 24 jam harus dilakukan asesmen awal keperawatan dimana dalam asesmen tsb dapat diketahui kemungkinan pasien berisiko jatuh dengan skoring tertentu menggunakan instrumen penilaian risiko jatuh. 
Penilaian resiko jatuh menggunakan skala Morse untuk pasien dewasa, skala Humpty Dumpty untuk pasien anak - anak, dan skala jatuh untuk pasien geriatri. Tujuannya untuk dilakukan intervensi dan monitoring yang intensif terhadap pasien beresiko jatuh dan harus dilakukan reasesmen jatuh dengan waktu sesuai derajat skornya. 

Frekuensi Pengumpulan Data : Bulanan 

Numerator : Jumlah pasien jatuh 

Denominator : Jumlah pasien rawat inap 

Inklusi : Semua pasien rawat inap 

Eksklusi : -- 

Formula : (Jumlah kejadian pasien jatuh dibagi jumlah pasien rawat inap) x 100% 

Sumber Data : Rekam Medik 

Standar : ≤ 3 % 

Kriteria Penilaian : Hasil  ≤ 3 %  skor = 100 3% <  Hasil  ≤ 9 %  skor = 75 9% <  Hasil  ≤ 14 %  skor = 50 14% < Hasil  ≤ 20 %  skor = 25 hasil > 20 %   skor = 0 

PIC : Ka. Instalasi Rawat Inap 

Referensi : Boushon, et.al., How-to-Guide: Reducing Patient Injuries from Falls, 2012

Demikian informasi mengenai Indikator Klinis Persentase Kejadian Pasien Jatuh yang dapat disampaikan semoga berguna.
Read more

Indikator Penerapan Keselamatan Operasi

Dalam pembedahanpun ada indkator kinerja yang harus diukur untuk terwujudnya pelayana operasi yang berkualitas. Berikut ini adalah Indikator Kinerja Area Klinis untuk mengukur Penerapan Keselamatan Operasi (PKO).

Area : Klinis 

Kategori Indikator : Kepatuhan dalam pelaksanaan standar pelayanan Perspektif Proses Bisnis Internal Sasaran Strategis Terwujudnya penyelenggaraan sistem pelayanan pembedahan di rumah sakit  berbasis mutu dan keselamatan pasien Dimensi Mutu Efisiensi, efektivitas dan kesinambungan  pelayanan  

Tujuan : Tergambarnya kecepatan pelayanan pembedahan 


Definisi operasional : Penerapan keselamatan operasi (PKO) adalah pengisian checklist keselamatan operasi pada form yang dilakukan oleh petugas meliputi  : 1. Tahapan Sign-in      dilakukan sebelum induksi anestesi minimal dilakukan oleh       perawat dan dokter anestesi 2. Tahapan Time-out      dilakukan sebelum insisi kulit, diisi oleh perawat, dokter      anestesi dan operator  3. Tahapan Sign-out      dilakukan sebelum pasien meninggalkan kamar operasi/OK,       di isi oleh perawat, dokter anestesi dan operator 

Kriteria : sesuai kriteria WHO (JCI) 

Frekuensi Pengumpulan Data : Bulanan 

Numerator : Jumlah pasien pembedahan di ruang operasi yang telah diisi lengkap checklist keselamatan pasiennya sesuai tahapan oleh petugas tertentu disertai tandatangan dan penulisan jam pengisian 

Denominator : Jumlah pasien pembedahan  di ruang operasi 

Inklusi : Operasi yang dilakukan di ruang OK 

Eksklusi : -- 

Formula : (Jumlah pasien pembedahan di ruang operasi yang telah diisi lengkap ceklist keselamatan pasiennya sesuai tahapan oleh petugas tertentu dibagi Jumlah seluruh pasien pembedahan  di ruang operasi pada bulan tsb) x 100% Bobot  Lihat pada Daftar dan 

Sumber Data : Catatan data pasien operasi 

Standar  100% 

Kriteria Penilaian : Hasil = 100% skor = 100 90% ≤  Hasil  < 100% skor = 75 80% ≤  Hasil  < 90% skor = 50 70% ≤  Hasil  < 80% skor = 25 Hasil <  70% skor = 0 

PIC : Ka. Instalasi Bedah sentral 

Demikian Indikator Penerapan Keselamatan Operasi yang dapat disampaikan semoga bermanfaat.
Read more

Indikator Kepatuhan Penggunaan Formularium Nasional

Berikut ini adalah Indikator Kinerja Area Klinis untuk mengukur kepatuhan penggunaan Formularium nasional atau FORNAS

Nama  Indikator : Kepatuhan Penggunaan Formularium Nasional (Fornas)

Area : Klinis

Kategori Indikator : Kepatuhan dalam pelaksanaan standar pelayanan Perspektif Proses Bisnis Internal Sasaran Strategis Terwujudnya penyelenggaraan sistem pelayanan kefarmasian  berbasis mutu dan keselamatan pasien Dimensi Mutu Efektivitas dan keselamatan pasien JKN Tujuan Tergambarnya efisiensi pelayanan obat kepada pasien JKN


Definisi operasional : Kepatuhan penggunaan Formularium Nasional (Fornas) adalah kesesuaian penulisan resep oleh DPJP dengan Formularium Nasional untuk Pasien JKN

Frekuensi Pengumpulan Data : Bulanan

Numerator : Jumlah item resep (R/) yang sesuai Fornas 

Denominator : Jumlah total item resep (R/)

Inklusi : Pasien JKN

Eksklusi : Obat yang ada dalam Clinical Pathway namun tidak ada dalam Formularium Nasional 

Formula : (Jumlah  item resep (R/)  yang sesuai Fornas dibagi jumlah total  item resep (R/) ) x 100%

Sumber Data : Rekam Medik Standar  ≥ 80%

Kriteria Penilaian : Hasil ≥ 80%  skor = 100 70% ≤ Hasil < 80%  skor = 75 60% ≤ Hasil < 70%  skor = 50 50% ≤ Hasil < 60%  skor = 25 Hasil < 50  skor = 0

PIC : Ka. Instalasi Farmasi

Referensi : Kepmenkes RI nomor 328/Menkes/IX/2013 tentang Formularium Nasional

Demikian informasi Indikator Kepatuhan Penggunaan Formularium Nasional yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat
Read more

43 Indikator Kinerja Area Manajemen Rumah Sakit

Berikut ini akan diinformasikan daftar Indikator Kinerja area manajemen untuk rumah sakit yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja rumah sakit. Adapun daftar indikator kinerja area manajemen adalah sebagai berikut:


A. Utilisasi 
1   Bed Occupancy Rate (BOR)

B. Kepuasan Pelanggan  
1   Kepuasan Pelanggan (KP)
2   Kecepatan Respon Terhadap Komplain (KRK)

 
C. Ketepatan Waktu Pelayanan  
1   Emergency Respon Time 2 (ERT)
2   Waktu Tunggu Penanganan Kegawatdaruratan Respirasi
3   Emergency Psychiatric Respon Time (EPRT)
4   Prevention of disability (POD)
5  Rerata Door to Balloon Time
6  Pemeriksaan CT Scan kepala pada pasien stroke < 1 jam
7  Emergency Response Time Kasus Onkologi
8  Waktu Tunggu Penanganan Luka Sepsis Pasien Kusta
 9  Waktu Tunggu Rawat Jalan (WTRJ)
10 Waktu Tunggu Pemeriksaan USG Mata  (WTUM)
11 Waktu Tunggu Operasi Elektif (WTE)
12 Waktu Tunggu Pelayanan Radiologi (WTPR)
13 Waktu Tunggu Pelayanan Laboratorium Leukemia Phenotyping(WTLP)
14 Waktu Tunggu Pelayanan Laboratorium (WTPL)
 15  Waktu Tunggu Pelayanan Resep Obat jadi (WTOJ)
 16  Waktu Tunggu Pelayanan (WTP)
17  Waktu Layanan Bidang Pemeriksaan Mikrobiologi (WLM)
 18  Waktu Layanan Bidang Pemeriksaan Patologi Klinik (WLPK)
19  Waktu Layanan Bidang Pemeriksaan Imunologi (WLI)
 20  Waktu Layanan Pemeriksaan Bidang Kimia Kesehatan (WLKK)
21  Waktu layanan pemeriksaan bidang Uji Kesehatan (WLUK)
22  Waktu Layanan Pembuatan Media dan Reagensia (WLMR)
23   Pengembalian Rekam Medik Lengkap dalam 24 Jam (PRM)

D. Temuan Yang di Tindaklanjuti       
 1  Persentase Temuan ketidaktersediaan Media dan Reagensia yang ditindaklanjuti 
2    Persentase Temuan Hasil Telusur Lapangan BBLK yang ditindaklanjuti

E. Tingkat Kehandalan Sumber Daya 
 1  Ketepatan Kalibrasi alat laboratorium sesuai jadwal (KKA)
2  Utilisasi alat laboratorium canggih (UALC)

F. Promotif & Preventif  
1 Insiden Katarak
 2 Insiden Glaukoma
3 Jumlah Operasi Katarak (Surgical Cararact Rate)
4 Persentase Pasien TB beresiko TB-HIV yang dikonseling (PTBP)

G. Sumber Daya Manusia (SDM)
1 Prosentase staf di area kritis yang mendapat pelatihan 20  Jam/orang per tahun 86

H. Sarana dan Prasarana  
1 Tingkat Kehandalan Sarpras 
2 Ketepatan Kalibrasi alat sesuai jadwal
3 Tingkat Penilaian Proper

I. Level IT  
1  Level IT Terintegrasi

J. Pendidikan  
1 Persentase Penelitian yang dipublikasi*
2 Rasio Dosen dengan Mahasiswa Kedokteran*
3 Persentase Dosen yang mendapat TOT*

K. Keuangan  
1 Rasio PNBP terhadap Biaya Operasional (PB)

Demikian  43 Indikator Kinerja Area Manajemen yang dapat diinfromasikan semoga berguna. Untuk indikator kinerja area klinis dibahas pada artikel yang lainnya.
Read more

49 Indikator Kinerja Area Klinis Rumah Sakit

Berikut ini adalah daftar Indikator Kinerja area klinis untuk Rumah Sakit. Untuk area klinis ini ada 49 indikator yang dapat diukur untuk memantau kinerja rumah sakit.
 
A. Kepatuhan Terhadap Standart 
1  Kepatuhan terhadap Clinical Pathway
2  Persentase Kejadian Pasien Jatuh
3  Penerapan Keselamatan Operasi
4  Kepatuhan Penggunaan Formularium Nasional (Fornas)
5  Penerapan Keselamatan Electro Convulsive Teraphy (ECT)/Detoksifikasi
6  Cedera/Trauma fisik akibat fiksasi (CAF) di Unit Pelayanan Intensif Psikiatri
7  Tidak Adanya Kejadian Salah sisi



B. Tingkat Pengendalian Infeksi di RS  
1   Dekubitus
2   Infeksi Saluran Kencing (ISK)
3   Infeksi Daerah Operasi (IDO)
4   Ventilator Associated Pneumonia (VAP)
5   Hospital Aquired Pneumonie (HAP)
6   Infeksi Aliran Darah Perifer (Phlebitis)
7   Angka Kejadian Endoftalmitis Pasca Bedah Glaukoma
8   Angka Kejadian Endoftalmitis Pasca Bedah Katarak

C. Capaian Indikator Medik 
1   Nett Death Rate (NDR)
2   Kematian Pasien di IGD
3   Kejadian Kematian ibu persalinan karena perdarahan
4   Kejadian Kematian ibu persalinan karena pre-eklamsi/eklamsi
5   Kejadian Kematian ibu persalinan karena sepsis
6   Kemampuan menangani BBLR 1500 gr – 2500 gr
7   Kemampuan menangani BBLSR < 1500 gr
8  Tindakan operasi di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU)
9   Kejadian Nyaris Cidera Peresepan Obat (Medication Error)
10 Waktu Lapor Hasil Tes Kritis Radiologi
11 Waktu Lapor Tes Kritis Laboratorium
12 Tidak adanya kejadian pasien yang dirawat di UPIP > 10 hari
13 Tidak adanya kejadian pasien yang dirawat inap psikiatri > 42 hari
14 Tidak adanya kejadian pasien bunuh diri di rawat inap Psikiatri
15 Tidak adanya pasien yang difiksasi dalam 24 Jam dalam UPIP
16 Tingkat Pencegahan Kebutaan di IGD
17  Attachment Retina Post Operasi VPP
18  Pemberian pencegahan VTE pada pasien hip dan knee arthroplasty
19  Jumlah Pasien Kusta yang akan dioperasi rekontruksi
20  Prosentase Kesembuhan pasien reaksi kusta
21  Pemberian anti platelet < 48 Jam pada pasien stroke iskemik
22  Persentase Angka Kejadian Extravasasi dengan Pemberian kemoterapi   melalui Intravena
23  Persentase jumlah kasus kanker servik yang didiskusikan oleh tim   multidisiplin sebelum pengobatan definitif.
24  Persentase Capaian Indikator Penyakit TB
25  Persentase Capaian Indikator Penyakit Asma
26  Persentase Capaian Indikator Penyakit PPOK
28  Penanganan PPOK

D. Prosedur Penanganan Sampel Uji 
1  Kegagalan Pengambilan Sampel Uji (KS)
2  Angka Pengulangan Pemeriksaan Laboratorium (APL)
3  Kecepatan Pendistribusian Sampel (KPS)

E. Pengendalian Mutu 
1  Cakupan kegiatan pemantapan mutu internal (KPI
 2  Tingkat kepesertaan penyelenggaraan PME (TKPP)
3  Angka kejadian kecelakaan kerja pada petugas di Laboratorium (AKK)

Demikian 49 Indikator Kinerja Area Klinis Rumah Sakit yang dapat diinformasikan semoga bermanfaat
Read more

Apa Yang Dimaksud Dengan Indikator Kinerja ?

Beberapa mungkin sedang mencari apa itu kinerja, apa itu indikator dan apa itu indikator kinerja. Dengan membaca artikel berikut ini diharapkan memiliki pemahaman lebih baik mengenai apa itu indikator kinerja.
Menurut id.wikipedia.org yang dimaksud dengan Indikator kinerja atau indikator kinerja utama (IKU) atau ukuran kinerja terpilih (key performance indicators, KPI) adalah metrik finansial ataupun non-finansial yang dapat dipakai suatu organisasi untuk menentukan dan mengukur kemajuan terhadap sasaran organisasi.


KPI digunakan dalam intelijen bisnis untuk menilai keadaan kini suatu bisnis dan menentukan suatu tindakan terhadap keadaan tersebut.

KPI kerap kali dipakai dalam menilai aktivitas-aktivitas yang sulit diukur contohnya dalah keuntungan pengembangan kepemimpinan, perjanjian, layanan, dan kepuasan.

KPI sering dikaitkan dengan strategi organisasi yang contohnya diterapkan oleh teknik-teknik seperti kartu skor berimbang (BSC, balanced scorecard).

Sedangkan Kinerja berawal dari kata job performance atau actual performance yang berarti prestasi kerja atau prestasi sebenarnya yang diperoleh tenaga kerja.

Pengertian kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang didapatkan oleh seorang tenaga kerja sehbungan dengan fungsinya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

Menurut Dessler (2000:41) Kinerja adalah prestasi kerja yang merupakan perbandingan antara hasil kerja dengan standar yang ditetapkan.

Sedangkan menurut Mangkunagara (2002:22) Kinerja merupakan hasil kerja baik secara kualitas maupun kuantitas yang didapatkan oleh seseorang dalam melaksanakan tugas sesuai tanggung jawab yang diberikan.

Rivai dan Basri (2005:50) berpendapat Kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu telah disepakati bersama.

Sedangkan Mathis dan Jackson (2006:65) berfikiran bahwa kinerja pada dasarnya adalah apa yang dilakukan atau tidak dilakukan pegawai.

Manajemen kinerja merupakan keseluruhan kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan atau organisasi, termasuk kinerja masing-masing individu dan kelompok kerja di perusahaan tersebut.

Kinerja merupakan hasil kerja dari tingkah laku (Amstrong, 1999:15). Pengertian kinerja ini berhubungan erat antara hasil kerja dengan tingkah laku.

Sebagai tingkah laku, kinerja merupakan aktivitas manusia yang diarahkan pada pelaksanaan tugas organisasi yang dibebankan kepadanya.

Bagaimana dengan indikator kinerja? Tidak bias dipungkiri bahwa terdapat banyak definisi mengenai indikator kinerja.

Indikator kinerja ada yang mendefinisikan sebagai nilai atau karakteristik tertentu yang digunakan untuk mengukur output atau outcome.

Indikator kinerja juga mendefinisikan sebagai alat ukur yang digunakan untuk menentukan derajat keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya.

Salah satu definisi lagi menjelaskan bahwa indikator kinerja adalah suatu informasi operasional yang berupa indikasi mengenai kinerja atau kondisi suatu fasilitas atau kelompok fasilitas.

Indikator adalah alat yang diapakai dalam menjelaskan mengenai suatu kondisi. Bila sesuatu dikatakan bagus apa yang dipakai untuk menjelaskan mengenai hal yang disebut bagus itu.

Apabila dikatakan seseorang sudah paham apa yang dipakai untuk menjelaskan mengenai tingkat pemahaman orang tersebut.

Indikator kinerja merupakan indikator yang menjelaskan mengenai kinerja. Hal-hal yang direncanakan akan menjadi kinerja suatu organisasi akan diukur keberhasilan pencapaiannya dengan menggunakan indikator kinerja.

Tipe Indikator terdiri dari angka dan satuannya. Angka menjelaskan mengenai nilai (berapa) dan satuan memberikan arti dari nilai tersebut (apa).

Angka yang digunakan sebagai indikator kinerja menghasilkan beberapa tipe indikator. Berdasarkan tipenya, indikator kinerja dapat dibagi menjadi tipe kualitatif, kuantitas absolut, persentase, rasio, rata-rata, indeks.

Demikian semoga semakin memahami apa yang dimaksud dengan indikator kinerja.
Read more